Salma Alya Ristiana – Asma Sembuh Sekejap
Gundah perasaan Fajar Surya Permana melihat putri sulungnya terbangun di tengah malam lantaran serangan asma. “Kalau sudah batuk, sampai terbungkuk-bungkuk dan nggak bisa berhenti,” ujar warga Bandung ini.
Asma pelajar kelas 5 SD ini sering kambuh sehingga ia acapkali bolos dan sering berkunjung ke puskesmas untuk berobat. Bocah berusia 10 tahun ini bercerita, ketika batuk dadanya sakit dan susah bernapas. Kadang sampai keluar darah. “Dada sakit dan kayak ada yang menyangkut di tenggorokan,” paparnya.
Fajar yang hanya tukang ojek motor lalu mencobakan SOMAN dua kali sehari, pagi dan malam, dua tetes kepada Salma. Kurang dari seminggu, Salma tak kambuh dan malam hari tak pernah terjaga. “Minum SOMAN dada hangat, tidak batuk dan sesak lagi,” cerita Salma. Selain itu nafsu makannya juga bertambah.
Yoyo Suparyo – Tak Lagi Sakit Kepala
Petani dari Pamanukan, Subang, ini mengakui dahsyatnya SOMAN. Awalnya Yoyo sering letih dan sakit kepala. Alhasil, ia pun mengaku ketergantungan dengan obat sakit kepala. Tiada hari tanpa meminum obat sakit kepala.
“Akhirnya saya diberi SOMAN oleh Pak David yang waktu itu belum berlabel. Saya ini termasuk kelinci percobaan. Baunya minta ampun, saya pikir, ini kotoran sapi. Tapi saya nekat, masa padi saya bagus, saya tidak sembuh. Buat apa padi saya berhasil tapi badan sakit,” terangnya.
Hasilnya setelah diminum dua minggu berturut-turut, Yoyo tidak lagi ketergantungan dengan aspirin atau obat sakit kepala lainnya. “SOMAN sekarang saya minum jika badan saya capek dan loyo saja,” akunya.
Yelly – Bugar di Usia Senja
Yeli mengaku sangat menyukai jalan pagi sampai 5 km di perbukitan. Tapi kegemarannya tersebut tak bisa lagi dilakukannya karena berdasar pemeriksaan dokter, ia terkena osteoporosis (perapuhan tulang). Selain itu setiap kali hendak membaca Alkitab, ia selalu kerepotan karena harus memakai kacamata.
Sekarang setelah rutin mengonsumsi SOMAN, Yeli kembali bisa menikmati hobinya tersebut. “Suatu kali saya pergi ke air mancur melalui jalan terjal. Saya sempat jatuh, tapi mampu berdiri dan jalan lagi. Ada beberapa anak muda menanyakan usia saya Saya jawab 69, mereka tertegun. Setua saya tapi kaki masih kuat,” ucapnya bangga. Ia mengonsumsi SOMAN sehari tiga kali 5 tetes. Di samping bisa kembali berjalan pagi, ia juga mampu membaca Alkitab tanpa kacamata.
A Hok Punya Kekebalan Tubuh Lagi
Sekitar 40 juta orang tercatat oleh PBB sebagai penderita AIDS. Hari AIDS Sedunia yang jatuh 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Aku Peduli, Pedulikah Anda?”. Slogan itu bertujuan menciptakan fokus pada apa yang dapat dilakukan untuk membasmi HIV dan AIDS.
Miris memang melihat angka penderita yang meningkat hampir empat juta kasus dibanding tahun lalu. Di balik itu, nyatanya tidak semua penderita adalah seorang pendosa. Salah satunya yang dialami A Hok. Entah siapa mesti disalahkan, ia terlahir membawa virus HIV yang membuat kondisinya semakin memprihtinkan. Hilang keceriaannya seba¬gai anak berusia tujuh tahun. Ia tak bisa bermain layaknya anak-anak lain. Dengan hanya memiliki tingkat CD 4 (ukuran sistem kekebalan tubuh) cuma 45, A Hok sangat tak berdaya
Diceritakan Hermia, pengasuh A Hok di Rehabilitasi Narkoba Kota Pontianak, Kalbar, hampir seluruh tubuh A Hok luka akibat terkena infeksi dan sariawan akut. “A Hok mencapai stadium empat. Sampai ketiaknya juga dipenuhi luka,” papar Hermia. Bocah lugu tersebut, lanjut Hermia, tak sanggup lagi dijejali obat klinis. Akibatnya, obat klinis dari dokter tak diminum secara rutin sehingga kondisinya tersebut semakin parah.
Suatu ketika Hermia diundang bertemu David Andi, formulator SOMAN. Dengan sangat terpaksa ia menenui David. Dalam benaknya, “David terkenal sebagai formulator suplemen pertanian. Apa hubungannya agribisnis dengan kesehatan manusia,” ungkapnya Namun dengan harapan A Hok dapat setidaknya bertahan hidup, Hermia bersedia menemui David.
Saat pertemuan itu, David meminta Hermia mencoba SOMAN untuk A Hok. Demi kehidupan A Hok, Hermia berani mencoba. Diminuminya A Hok sehari tiga kali sebanyak lima tetes secara rutin.
Yang terjadi, “Prosesnya hanya dua hari luka di badan A Hok sudah langsung mengering. A Hok bisa makan lagi dan jamur di mulutnya rontok semua” ungkapnya gembira. Sampai kini A Hok masih mengonsumsi SOMAN. Hasilnya kian menunjukkan sesuatu yang positif. Setahun berlalu, tingkat kekebalan tubuh anak itu meningkat, terbukti dari nilai CD4-nya yang kini menjadi 559. Angka tersebut bisa dibilang normal.
Dede Sumaryana- Impoten dan Sakit Pinggang Hilang
Putus asa menghinggapi perasaan Dede Suryana. Pasalnya, 15 tahun silam saat membenahi kabel saluran interkom, ia tersengat listrik dan jatuh terduduk dari ketinggian 6 m. “Dibawa ke dokter, tulang belakang dan tulang ekor patah,” tutur warga Cimahi, Bandung ini. Kulitnya dipenuhi luka dan mengalami kencing nanah.
Keluar rumah sakit, lukanya sudah mengering. Ia juga tidak kencing nanah. Namun, “Kalau pipis sakit nggak ketulungan. Buang air besar susah, badan bungkuk, sering sakit pinggang dan impoten,” paparnya.
Dede mencoba SOMAN sehari tiga kali sebanyak lima tetes dicampur segelas air. Setelah 20 hari tampak perubahan, “Badan makan, kencing dan buang air besar lancar. Babat rumput itu sekarang mah hayo aja,” tambahnya. Kepercayaan diri dan semangat hidup Dede bertambah lantaran impotensinya sembuh sehingga ia mencari pasangan hidup.
Dua tahun silam, Yusuf adalah seseorang yang hidupnya tergantung suntikan insulin karena menderita diabetes berat. Sehari tiga kali suntikan insulin wajib dijalaninya jika ia ingin tetap bisa beraktivitas. Rutinitas menyiksa itu dilewatinya lebih dari satu tahun.
“Terakhir cek darah tiga tahun lalu tensi saya 195/100 mmhg. Saat itu saya sudah terkena stroke ringan, sebelah badan saya tidak bisa begerak, mau ngapa-ngapain harus dibantu. Saya berasal dari keluarga penderita jantung dan darah tinggi. Lima dari 7 saudara saya sudah meninggal karena jantung. Sejak stroke saya sudah tidak bekerja lagi, kehidupan keluarga saya menjadi susah. Sudah coba berbagai macam cara penyembuhan mulai dari dokter yang biayanya mahal sampai pengobatan alternatif dan bikin obat tradisional sendiri dari mengkudu, mahkota dewa,dll. Tetapi kesembuhan tidak kunjung datang. Sampai akhirnya datang tetangga saya dua bulan lalu menyarankan memakai SOMAN1. Saya langsung pakai 5 tetes 3x sehari sampai sekarang. Seperti mimpi, kaki saya dapat digerakkan, bicara sudah lancer dan sudah bisa mandiri. Saya pun sudah mulai bekerja lagi dan kehidupan keluarga saya sudah membaik.”

“Saya dua bulan yang lalu melakukan operasi pemasangan selang dari ginjal ke kantong kemih. Setelah operasi saya merasa sangat tidak nyaman dan tidak sanggup untuk berjalan jauh dan lama. Saya sudah mencoba obat-obatan alternatif, seperti noni, kumis kucing, daun-daunan, dll, serta banyak istirahat, tapi tidak ada kemajuan yang berarti. Saya dapat informasi tentang Soman dan saya pikir tidak ada salahnya apabila saya mencoba. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba Soman. Saya minum Soman 3 x 5 tetes, ternyata badan saya yang dulunya lemas tak bertenaga, mulai kuat berjalan jauh. Setelah konsumsi botol yang kedua, saya merasakan perubahan pesat. Badan saya terasa kuat dan sehat. Sekarang saya sudah bisa beraktivitas dengan normal.
“Saya pedagang gorengan. Waktu itu saya mengalami kecelakaan kompor yang meledak dan sebagian tangan saya ikut terbakar. Akibatnya kondisi tangan saya terbakar, lukanya sangat terbuka sampai kelihatan tulangnya,urat-urat tangan mengkerut dan jari2 tidak dapat digerakan, rasanya pun sangat nyeri sekali. Saya rutin ke dokter agar dibersihkan lukanya,tetapi dagingnya tidak tumbuh-tumbuh malah tetap berair,kadang berdarah. Setiap dibersihkan oleh dokter, saya selalu merasakan sakit sekali. Saya diberitahu tentang Soman dari tetangga yang menderita sakit diabetes. Setelah mengkomsumsi Soman,saya mengalami perubahan. Daging-daging yang mati mengelupas,daging mulai tumbuh menutupi lubang-lubangnya, rasa sakit tidak lagi saya rasakan, dan saya merasa optimis kalau tangan saya bisa kembali pulih. Soman jangan sampai tidak ada di Cirebon,karena saya percaya, Soman dapat membantu penyembuhan luka bakar di tangan saya.”
“Saya dari dulu alergi pada debu, mata suka perih kalau lama bekerja di depan komputer, betis suka kram terutama menjelang haid, dan badan pegal linu. Saya juga banyak jerawat dan merah-merah di kulit. Saya sudah facial di salon, tapi jerawat saya tidak juga sembuh. Akhirnya saya dianjurkan mama teman saya untuk pakai Soman. Sejak minum Soman, alergi saya jarang kambuh, badan terasa fit, dan tidak ada lagi keluhan saat menjelang haid, jerawat saya juga sudah kering. Padahal saya baru 2 minggu mengkonsumsi Soman.”
“Wajah saya berjerawat. Yang parah satu tahun terakhir,besar-besar dan merah. Kemungkinan terjadi karena make up dan darah kotor. Berbagai macam cara sudah dicoba mulai dari pakai obat jerawat biasa sampai facial dan berobat ke dokter, tetapi jerawat masih membandel sampai saya stress dan minder gara-gara jerawat. Sampai ada teman yang menyarankan memakai SOMAN 1. Awalnya saya ragu tapi tetap saya coba. Saya langsung teteskan SOMAN1 langsung ke jerawatnya dalam satu minggu jerawat sudah kering dan berkurang. Sekarang saya sudah bisa pakai make up lagi tanpa takut jerawatan dan minder lagi.”
“Anak saya Alden ( 2 tahun, 7 bulan), selama 5 hari, panas tinggi dan keluar bintik-bintik merah seperti bisul dan cacar air. Saya sudah coba hubungi dokter, tapi karena saat itu long weekend, dokter tidak bisa dihubungi.
Agus mengaku kini lebih bergairah menghadapi hidup. Maklum, sebelumnya ia adalah seorang pecandu narkoba dan penderita HIV. Warga Gang Potlot, Jakarta ini awalnya hanya memiliki CD4 senilai 5, jauh dari normal yang mencapai 500-1500.
Hasil diagnosis dokter mengatakan, Rahmad terjangkit sinusitis. Penyakit bawaan sejak kecil tersebut sempat membawanya ke meja operasi. Hasilnya “Lumayan dalam dua bulan saja, selanjutnya kumat lagi. Makanya saya mencari pengobatan lainnya,” cetusnya.
Dustin, bayi berusia 8 bulan ini tampak lebih montok dan sehat dibandingkan balita seusianya. Menurut Dorce, sang ibu, putra kesayangannya itu berbobot 11 kg. “Anak saya sehat dan gemuk karena selain saya kasih ASI, saya juga beri SOMAN,” ungkap istri Sudarman ini.

